Metode Pengajaran “Polos”

Hampir 4 bulan terakhir ini gw “coba-coba” bergelut ke dunia ajar-mengajar, ada dua tempat yaitu di kampus (jadi asprak __ asisten praktikum) dan lembaga (menjadi pengajar private). Materinya tentu aja bukan ngajar menari atau menyayi :D , ga jauh-jauhlah dari bidang IT.

Ada beberapa alasan pengen ngajar, di antaranya :

  • Coba-coba
  • Berniat mencari “ehem-ehem” :D , sayangnya ga terpenuhi , sebab di kampus ngasprakin satu angkatan __ notabene bau kencurnya/belang-belangnya udah saling tahu :( dan di lembaga ngajarin orang-orang tua yang rata-rata udah dia atas 30-an. Argghhh !!
  • Menerapkan prinsip open source , ciileh … :)
  • Dan … ($0$) , waktu itu belum ada panggilan lagi dari kantor (maklum status based on project) , so ni =$$= gw ceklak ..

Kesan ? Gambarannya seperti ini :

  1. Pertemuan pertama : berlatih ngomong di depan, jadi normal kalo ngomongnya masih gagap-gagap. “O.. ke .. ma… aaa… ri .. ki.. ta .. aaa… mu.. lai ..to.. aa.. pik … bla … bla … dan aaaa… ” . Kebanyakan ngomong “aaa… “
  2. Pertemuan kedua : Ngomong udah lancar, cara penyampaian udah “dirasa bagus” , saat dengan bangga-bangganya ngomong di depan ada yang ga dengarin (ngobrol, mengkhayal, tidur, dan sekawannya) . Kesal ? Ya iyalah … Mari kita lanjutkan latihan berikutnya : SABAR .
  3. Pertemuan ketiga : Kesabaran pasti ada batasnya. Kalo lo adalah tipikal muslim yang saat shalat jumat yang benar-benar dengerin khotbah jumat , pasti pernah mendengar ungkapin ini : kesabaran seorang muslim itu tanpa batas . Secara pribadi gw menganggap itu pernyataan yang naif. Koreksi : itu bukan hadist nabi ya .. , cuma pernyataan “ulama entah siapa itu” , sama halnya dengan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” atau “Cinta tanah air sebagian dari iman” , banyak yang salah ngartiin bahwa itu hadist padahal hanya ucapan dari “seorang ulama yang entah siapa itu”. Oke, kembali ke topik , asumsiin aja kita mencoba menerapakan pernyataan kesabaran tanpa batas. Maka pelajaran berikutnya untuk melatih kesabaran yang hampir step down adalah CUEK !
  4. Pertemuan keempat dan seterusnya : Tunjukkan rasa cinta kasih dan sayang pada yang sering bertanya , minimal SENYUM !

Metode atau teknik yang gw pakai untuk ngajar adalah “Metode Polos“. Harfiahnya menjadi pengajar yang jujur. Saat ada yang bertanya dan anda tidak tahu , bilang aja kalau anda tidak tahu.

Umum yang terjadi adalah pengajar akan menjawab dengan memberi penjelasan yang panjaaaang-pangjaaaang yang tujuannya adalah untuk mengalihkan pertanyaan si penanya ke masalah yang lain, kesimpulannya tetap aja ga nyambung. Atau umum yang juga terjadi pengajar akan bilang “Ohh .. ada, tapi saya lupa bagaimana ya .. ” . Masalahnya itu LUPA atau GAK TAHU ? Ataupun dengan jawaban nebak, yang intinya menyesatkan.

Intinya dari metode polos adalah kalo ga tahu, bilang ga tahu ! Jangan sok tahu !

Ihhh, malu donk ntar ?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tunjukkan rasa cinta kasih dan sayang pada yang sering bertanya , minimal SENYUM !

Tahu … senyum , ga tahu … senyum juga :D

Keuntungan dari metode polos, di antaranya :

  1. Pembahasan materi ajar menjadi interaktif , sifatnya dua arah. Karena dengan ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab maka pengajar dan peserta didik akan sama-sama mencari dan membahas pertanyaan tersebut secara bersama-sama. Jadi ga ada istilah pengajar mengetes peserta didik. Karena dalam metode ini, kedua-duanya sama-sama dites !
  2. Statusnya bukan lagi peserta didik harus menghormati pengajar, tapi sama-sama harus saling menghormati. Hubungannya sudah tidak lagi seperti guru dan murid, tapi telah lebih dekat dari itu, seperti teman. Rasa segan, malu, atau apalah , minimal udah tidak ada lagi di metode ini.
  3. Sebagai pengajar, anda tidak terbebani harus mengetahui segalanya . Status anda di sini lebih ke pemandu. Kreasi selanjutnya terserah peserta didik mau gimana.
  4. Rasa, cinta, kasih, dan sayang akan menghampiri anda .. alah .. (still waiting:D )

Oke, pengalaman-pengalaman berikutnya menyusul …

—- Intermezzo dikit… —-

Ngajar vs. Proyek

Ini pembahasan yang cukup menarik dengan teman satu tim gw di kantor. Enakan mana , ngajar atau proyek? Kedua-keduanya sama-sama mempunyai nilai, manfaat, dan keuntungan masing-masing.

Keuntungan mengajar :

  1. Tidak berurusan dengan deadline.
  2. Sifatnya waterfall, ga kenal konsep SDLC , XP, dan lain sebagainya..
  3. Jam kerja jelas dan teratur.
  4. Waktu senggang banyak.
  5. Tidak harus pintar secara konsep materi, tapi pintar ngomong udah cukup menjadi modal.
  6. Gaji teratur.
  7. Kenalan semakin banyak.
  8. Hubungan sosial menjadi makin solid.

Keuntungan proyek :

  1. Ilmu semakin bertambah. Proyek baru, masalah baru. Masalah baru, ilmu baru.
  2. Semakin bersahabat dengan komputer. :(
  3. Suka tantangan ?
  4. Melatih denyut jantung, dan memacu adrenalin. Kesimpulan : ada kemungkinan awet muda ! 50:50
  5. * selanjutnya ngarang *

End Of Intermezzo dikit ..

2 Comments »

  1. pocheNo Gravatar said,

    May 12, 2008 at 3:07 pm

    bos2.. niid heellpp…
    bikin web page biar halamannya di tengah kaya ini (dan banyak website2 lainnya gimana sih????)
    gw pake NVU buat HTML editor… heellpp…newbie… heheh.
    thx…

  2. fR3dDyNo Gravatar said,

    May 13, 2008 at 6:02 am

    Pakai HTML
    -> tag html <body align=”center”>
    atau dari CSS
    body {
    margin-top : 20px (misalkan 20px mo jarak atasnya)
    margin-right : 10px (misalkan 10px mo jarak kanannya )
    margin-bottom : 30px (misalkan 30px mo jarak bawahnya )
    margin-left : 40px (misalkan 40px mo jarak kirinya)
    }
    Dikira-kirain aja :D

RSS feed for comments on this post · TrackBack URL

Leave a Comment