Kajian Situs DKP Dilihat Dari Segi HCI #5
Beberapa Hal Lainnya
Beberapa hal lainnya, maksudnya adalah beberapa bentuk dari situs DKP yang bagus baik dilihat dari aspek usability, user experience, maupun user interface. Bisa dilihat dari perbandingan situs DKP yang lama dengan yang baru, bisa juga dengan hal lainnya.
Beberapa hal yang menjadi dasar atau sudut pandang penulis pada situs DKP adalah pada :
- URL
- Theme/ Template
- Menu bar
- Search Engine
- Daftar Informasi
- Paging
URL
URL pada situs DKP saat ini mengikuti search-engine and human friendly , dimana pada URL jenis ini lebih mudah dan cepat diindex oleh situs-situs mesin pencari (seperti Google, Yahoo, Live, dan lain sebagainya). Sehingga jika dilihat dari sisi pengguna, akan memudahkan pengguna mencari informasi tentang DKP dari situs mesin pencari. Dan dari DKP sendiri akan menaikkan popularitas atau rank situs DKP di seach engine (SEO).
Search Engine
Walaupun ada beberapa kesalahan dari bentuk tampilan hasil pencarian pada situs DKP, tapi jika dilihat dari hasil pencariannya itu sendiri, sebagai pengguna akan puas karena telah mendapatkan apa yang mereka cari. Ini dikarenakan mesin pencari dari situs DKP memakai kekuatan Google yang sebagaimana diketahui telah terbukti ketangguhannya sebagai raksasa mesin pencari di internet.
Hasil pencarian Google yang berdasarkan popularitas juga menjadi alasan kuat dalam pengokohan mesin pencari di situs DKP saat ini.
Tidak seperti situs DKP sebelumnya yang menang di tampilan tapi lemah pada hasilnya itu sendiri, yang jika dianalisis dari program hanya merupakan proses query SQL yang biasa tanpa ada pengurutan berapa orang yang banyak mengakses atau berdasarkan popularitas seperti yang Google lakukan. Sehingga pengakses/pengguna akan melalui proses yang panjang untuk mengetahui apakah info yang ia cari benar-benar itu yang ia cari atau bukan. Juga pada situs DKP yang lama tidak ada/ jarang kata kunci yang menunjukkan bahwa informasi yang ditampilkan sesuai dengan kata kunci. Bisa dilihat pada Gambar 6.
Daftar Informasi
Daftar informasi yang ditampilkan ada maksimal 5 daftar informasi terbaru, berbeda dengan situs DKP yang lama maksimal menampilkan 10 daftar informasi terbaru.
Pada situs yang lama, banyaknya daftar ini mengakibatkan sering pengguna melakukan scroll . Apalagi pada tampilan yang lama situs DKP memiliki dua scroll, yaitu scroll dari browser dan scroll dari tampilan/theme situs itu sendiri. Dari segi usability dan user experience hal ini tidak baik bagi pengguna.
Pada situs DKP yang baru, pengoptimalan pemakaian paging adalah salah satu solusi dari mereka untuk mengatasi penumpukan daftar informasi terbaru dalam satu halaman.
Paging
Pada situs terdahulu, tampilan paging dipresentasikan dengan tampilan combo box , sedangkan pada situs yang baru ditampilkan dengan cara hyperlink.
Pada pembentukan paging pada situs DKP saat ini lebih disesuaikan atau mengikuti tampilan paging yang umum saat ini, sehingga lebih bisa mengontrol kebiasaan pengguna yang juga sering mengakses situs-situs yang lain. Dan jika dilihat dari segi efisiensi dan efektivitas, maka situs DKP yang baru unggul dalam hal ini. Dilihat dari faktor kebiasaan, kecepatan saat memilih/mengklik, dan lain sebagainya.
Menu Bar
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemakaian banyak menu bar pada situs DKP yang baru adalah untuk mengatasi kekurangan (terutama space) pada situs DKP sebelumnya.
Pada situs yang lama, banyak ruang atau space pada menu bar yang tidak cukup untuk menempatkan menu-menu yang baru. Sehingga solusi desainer web terdahulu adalah dengan menempatkan menu-menu baru di bawah daftar berita dan di atas berita, sehingga “terasa cukup pas”.
Padahal jika dilihat dari usability , space tersebut terlalu luas untuk menu yang ditampilkan tersebut , sehingga kesannya adalah pemaksaan penempatan, dengan menyisakan ruang space yang cukup besar bagi menu, terutama pada lebarnya.
Kesalahan tata letak atau pemaksaan tempat ini, (bisa jadi) menyebabkan pengguna tidak memperhatikan menu-menu tersebut, padahal pada menu tersebut ada menu “Jajak Pendapat” yang merupakan salah satu satu bentuk interaksi antara pengguna dan website, sehingga dari situs tersebut bisa mengesankan hubungan timbal balik yang dua arah. Hal ini patut disayangkan karena bagaimanapun kesalahan seperti ini bisa saja diakali. Lebar dari theme/tampilan juga menjadi faktor utama dalam masalah penentuan tata letak tersebut.
Pada situs yang baru sekarang lebih baik, karena memperbanyak banyak bar adalah salah satu solusi yang tepat untuk menghindari adanya pemaksaan tempat dan menghindari penempatan menu-menu yang penting diletakkan di bawah konten atau di atas footer.
Theme/ Template
Konsep warna-warni pada tampilan situs DKP yang sekarang mendeskripsikan suasana yang gembira, cerah, bebas, dan lain sebagainya yang sejenis. Adanya warna pink pada beberapa head menu pada bar menafsirkan bahwa dunia perikanan dan kelautan itu juga ditujukan untuk kalangan perempuan. Jadi ada bentuk penafsiran persamaan gender dalam penampilan situsnya yang baru ini.
Konsep ini juga menjelaskan kedinamisan yang ada dalam DKP itu sendiri. Tidak kaku dan mengikuti trend saat ini.
Adanya implementasi dari Ajax pada tampilan Gallery pada situs DKP juga mengisyarakatkan bahwa situs DKP secara perlahan-lahan mengikuti era Web2.0 , dan tentunya era perkembangan teknologi yang semakin cepat juga ikut serta di dalamnya. Yang dapat diartikan bahwa era pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia saat ini juga mengikutsertakan peran pemuda, dan mempunyai peran yang lebih besar dan utama.
Adanya beberapa menu bar dan navigasi yang mengacu ke situs lembaga DKP yang lain atau situs departemen pemerintahan yang lain juga ikut menandakan hubungan persamaan timbal balik dan saling keterkaitan antar lembaga. Dan dalam hal ini, situs DKP juga ikut berperan aktif sebagai jembatan penghubung antar situs pemerintahan yang lain dan lembaga terkait.
Salah satu yang belum dilakukan oleh situs DKP terutama dari theme/template adalah belum valid W3C . Terutama untuk tampilan teks berjalannya yang benar-benar tidak valid W3C .
Bersambung ke Gambaran Umum Kesalahan …





