Kisah Sahabat
Begitu lama aku mengulur waktu hanya untuk menanti jawabmu bagaimana dan apa yang harus kulakukan tergantung dari jawabmu saat ini. Aku begitu menghargaimu sebagai yang mengerti aku dan tahu siapa aku yang aku sendiri tidak tahu. Tetapi seakan dimakan waktu kau pergi dan datang dengan membawa perubahan yang tidak kuharapkan. Sobat kecilku yang manis dan tidak dihargai _ kita berbeda _ dan salam
terakhir menjadi sebuah tanda tanya _ kapan sebenarnya kita berpisah?
* * *
Tentang sahabat mengingatkan kita akan sebuah kebersamaan dan tentang kehidupan yang nyata tentang arti suka dan duka yang selama ini kita hadapi. Suka mengingatkan kita tentang berbagi kebahagiaan yang kita lalui bersama dan duka mengingatkan kita tentang berbagi derota yang kita hadapi, itulah sahabat _ suka dan duka sama-sama dirasakan. Tidak ada yang kecuali dalam perjalan mengarungi persahabatan.
Mantan narapidana yang karena tulisannya di sebuah media cetak membuat berang pemerintah zaman orde baru saat itu, Arswendo Atmowiloto mengungkapkan kisah persahabatannya dengan narapidana di penjara ia bermukim. Ia mengatakan bahwa pasti persahabatn datang dari dua pihak dan persamaan nasib adalah akar
pesahabatan sejati yang tanpa kita sadari secara bersama bahwa hubungan persahabatan lebih sering tak terucapkan. Dan dari persahabatan kita merasa senang dengan pernyataan-pernyataan menggoda yaitu : jangan percaya ketenangan, jangan percaya keributan. Sehingga membuat kita bertanya-tanya adakah suara sunyi?
Sahabat menjadi tempat curhat terbaik bagi kita untuk meluapkan segala rasa senang, kesal, khawatir, takut, dan lain sebagainya yang pastinya jarang kita temukan dalam lingkungan keluarga. Dan sahabat menjadi indah dengan keterbukaan di antara kita dan sahabat.
Sahabat tentu saja berbeda dengan teman. Teman adalah teman sedangkan sahabat adalah teman terbaik. Itulah alasannya mengapa Rasulallah SAW selalu memanggil para pengikut setianya dengan sebutan sahabat, bukan teman.
Setiap manusia pasti memiliki teman tetapi belum tentu memiliki sahabat. Mungkin teramat susah mencari apa hakikat sahabat itu dan bagaimana cara mendapatkannya. Pengertian sahabat begitu banyak versinya, tetapi yang jelas sahabat adalah orang yang terbaik dalam yang pernah kita kenal hidup ini.
Mungkin telah menjadi tradisi mau dekat apabila maunya, mau tolong tapi dengan syarat ini itu, dan apabila telah didapatkan apa yang diinginkan maka lepas dan lupakan! Dan hal ini telah wajar terjadi.
Tapi yang pasti dalam persahabatan tidak pernah ada kata berpisah!
Catatan :
Tulisan ini ditulis sekitar tahun 2003 atau 2004 atau malah 2002? sekitar gitulah, lupa ;p
Inspirasi tulisan dari cerita kakak gw yang menjelaskan konsep persahabatan berdasarkan ilmu psikologi. Kira-kira gini :
“Efek samping dari hubungan persahabatan yang angotanya banyak adalah apabila kita lemah maka kepribadian akan susah dibentuk! Karena memang susah menentukan prinsip pribadi, karena apabila anggota persahabatannya lebih dari dua orang maka akan ada tiga atau lebih pribadi yang berbeda. Dan akibatnya apabila kita telah jauh dari hubungan persahabatan kita akan merasa keterasingan terhadap diri pribadi sendiri karena tidak memahami siapa sebenarnya diri ini yang sesungguhnya, karena yang tahu telah jauh. Dan tentu saja ini berakibat fatal bagi arah spekulasi kita ke masa depan.
Sedangkan bila kita hanya mempunyai satu sahabat maka kepribadian akan bisa dibentuk walaupun harus melalui proses. Dan bedanya ini terjadi karena berdua lebih mudah mengontrol dan mengetahui sikap watak masing-masing sehingga sikap pengoreksian diri di antara mereka lebih lancer dan gampang.“
Referensi lain dari cerita komik “serial cantik” dan buku karangan Arswendo Atmowiloto (lupa judulnya apa).
Pernah di posting sebelumnya di nagasakti dan blogspot. * kalo ga salah ;p *
![]()