KEMBALIKAN AKU SEPERTI YANG DULU !!!
Dahulu gw termasuk anak yang “stabil”, dari SMP sampai SMA setiap 4 hari dalam seminggu gw rajin lari-lari pagi atau joging. Umumnya gw bangun pukul 5 pagi , cuci muka, shalat, dan dan “hu ha hap” tancap gas untuk olahraga pagi.
Tujuan gw biasanya di lapangan tengah kota (biasanya disebut Lapangan Merdeka). Dari rumah ke Lapangan Merdeka berjarak 2 km, kemudian berlari mengelilingi lapangan tersebut yang kalo dikira-kira ada sekitar 1 km per keliling. Kalo lagi suasana sekolah gw berlari mengitari lapangan selama 2 kali, kemudian pulang, jadi total gw udah berlari 6 km tiap pagi. Sedangkan kalo lagi suasana libur sekolah, gw mengitari lapangan minimal 5 kali kemudian dilanjutkan mengitari jalan di sekitar Bukit Tseong (bukit yang berada di belakang SMP gw). Gw ga tahu pasti berapa jaraknya, yang jelas cukup jauh.
Rutinitas ini, tentu saja tidak gw lakukan sendiri. Biasanya gw bersama bokap. Beda dengan gw yang rata-rata 4 hari seminggu, bokap hampir setiap hari melakukan rutinitas ini.
Hari-hari biasa untuk jogging adalah antara Senin sampai Sabtu, dan hampir tidak pernah gw lakuin di hari Minggu, alasannya gw tidak terlalu suka keramaian. Pada hari minggu, tanah lapang udah seperti pasar aja, dan rata-rata banyak anak muda yang sepertinya “tidak berniat untuk joging”. Masa joging pakai celana jeans, mo joging tetapi bedaknya tebal amat, dan lain-lain, yang menyebabkan gw malas untuk joging di hari minggu.
Tidak ada alasan khusus gw melakukan rutinitas tersebut. Mo bilang ngelihat “lawan jenis yahuii” , umumnya yang joging di hari Senin - Sabtu itu adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sebaya ama bokap gw, jadi mustahil. Umumnya bapak-bapak dan ibu-ibu yang melakukan jalan-jalan pagi sehabis pengajian Shubuh di surau/mesjid.
Sedangkan untuk minggu pagi gw manfaatin betul sepenuhnya mengurus semua kebutuhan di rumah. Umumnya bersihin kamar dan merapikan pekarangan rumah.
Tidak hanya pagi aja, malam sebelum tidur, gw manfaatin untuk olahraga ringan , seperti sit up, push up, dan berapa aktivitas lainnya untuk kemudian mandi dan tidur.
Aktivitas gw di lingkungan sosial cukup sedikit, kali cuma sekolah, kursus gitar, dan kadang-kadang main sepak bola dengan teman-teman sekitar rumah. Ga ada yang menarik, jadi kebanyakan gw manfaatin waktu kosong untuk berolahraga ringan. Kalaupun ada aktivitas yang cukup menarik, mungkin setiap 3 bulan sekali atawa lebih, gw dan teman-teman melakukan pertualangan kecil-kecilan di tengah hutan, seperti mendaki beberapa bukit di Kerinci, berjalan ke Danau Gunung Tujuh, tersesat tengah malam di Danau Kerinci, bersepeda mengelilingi Danau Kerinci, dan lain-lainnya. Catatan : Belum pernah mendaki Gunung Kerinci ;p
Intinya karena aktivitas tersebutlah, kondisi tubuh dan kesehatan gw saat itu “gw anggap” stabil.
Nah, gimana dengan sekarang ?
Rincian sejak mulai kuliah :
Tingkat 1 : Joging karena niat sebanyak 2 kali (dalam satu tahun), 4 bulan (1xminggu) olahraga berat , itupun karena ada mata kuliah Olahraga dan Seni.
Tingkat 2 : Joging 1 kali dalam setahun.
Tingkat 3 : * Ada ga ya ??”
Tingkat 4 : Still waiting …
Alasan :
Kegiatan yang padat! Sehabis kuliah ataupun kerja sehingga setibanya di kosan … gubrak !! Padahal aktivitas kuliah maupun kerja cuma nongkrong aja di depan komputer, ga ada aktivitas fisik lainnya. Otak lebih banyak kerja daripada fisik. Dan ini ga seimbang “menurut gw”.
Cemilan yang banyak selama nongkrong di depan komputer! Semakin banyak mengemil, semakin malas menggerakkan tubuh untuk berolahraga dikit aja …
Dasar malas!!
Dampaknya adalah perut gw semakin maju ke depan. Dan gw ga suka dengan keadaan ini ! Mana celana tambah sempit lagi …
* KEMBALIKAN AKU SEPERTI YANG DULU !!! *
nurussadad
said,
August 9, 2008 at 4:59 am
kwak kwak kwak… gak biasa lari keliling IPB Mas?
nak TPB tiap pagi pasti jalan2 nyari tempay kuliah
kohaci
said,
August 9, 2008 at 5:27 am
Udah ngerasain jadi mahasiswa TPB , lumayan untuk membesarkan betis