Mendapatkan cintamu, bukanlah suatu kebanggaan bagiku. Bagai banjir uang menghantam tempat tinggalku __ hancur dan semuanya bisa dibangun lagi dan hanya bermalas-malasan dengan mengoceh seaktif-aktifnya sebagai penanda bahwa AKU ADA, sehingga bangunan yang sebelumnya telah hancur terbangun dengan lebih bagus dari sebelumnya.

Mendapatkan kasihmu, bukanlah suatu yang harus digembar-gemborkan ke khayalak ramai. Berlabuh ke warung kopi satu ke warung kopi yang lain, dan berkhotbah pada orang-orang di sana bahwa aku begini, aku begitu, aku bla.. bla… . Dan diakhiri dengan kata penutup : JADILAH AKU!

Menggenggam hatimu, bukanlah suatu bentuk perjuangan bagiku. Aku belum berniat melepasmu, tapi kamu tidak pernah mau lepas dariku. Menggenggam erat tanganku, erat dan saking eratnya tanganku kram. Dan berkali-kali kau yakinkan bahwa AKU PAHLAWANmu.

Menikmati indah tubuhmu, bukanlah fantasi surga yang kuimpikan. Kau yang memulai dan aku tidak berbuat apa-apa, tidak sama sekali. Aku ingin lebih, menikmati tanpa termakan nafsu manusiaku. Karena AKU LELAKI. Read More