Mendapatkan cintamu, bukanlah suatu kebanggaan bagiku. Bagai banjir uang menghantam tempat tinggalku __ hancur dan semuanya bisa dibangun lagi dan hanya bermalas-malasan dengan mengoceh seaktif-aktifnya sebagai penanda bahwa AKU ADA, sehingga bangunan yang sebelumnya telah hancur terbangun dengan lebih bagus dari sebelumnya.
Mendapatkan kasihmu, bukanlah suatu yang harus digembar-gemborkan ke khayalak ramai. Berlabuh ke warung kopi satu ke warung kopi yang lain, dan berkhotbah pada orang-orang di sana bahwa aku begini, aku begitu, aku bla.. bla… . Dan diakhiri dengan kata penutup : JADILAH AKU!
Menggenggam hatimu, bukanlah suatu bentuk perjuangan bagiku. Aku belum berniat melepasmu, tapi kamu tidak pernah mau lepas dariku. Menggenggam erat tanganku, erat dan saking eratnya tanganku kram. Dan berkali-kali kau yakinkan bahwa AKU PAHLAWANmu.
Menikmati indah tubuhmu, bukanlah fantasi surga yang kuimpikan. Kau yang memulai dan aku tidak berbuat apa-apa, tidak sama sekali. Aku ingin lebih, menikmati tanpa termakan nafsu manusiaku. Karena AKU LELAKI. Read More
VN:F [1.9.0_1079]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.0_1079]
Telah lama, telah beberapa tahun, kukunci hati ini dan tak pernah terbuka, dan gagang pintuku tak pernah berkarat ataupun mengalami korosi sekalipun. Karena ia bukan terbuat dari besi, tapi terbuat dari gumpalan darah yang merekah tidak sempurna dalam tulang rusukku. Ia akan sempurna saat tulang-tulang rusukku telah lengkap berada dan menyatu. Kesempurnaan itu ada di dalamnya.
Aku tahu kemana harus kumenyempurnakannya, tapi kuharus menunggu, menunggu selama lebih satu dekade. Read More
VN:F [1.9.0_1079]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.0_1079]
Aku berjalan pagi sekali, terlalu pagi hingga bila ditanya apa yang kulakukan pada saat itu maka akan kujawab: “Tidak ada!”.
Hatiku resah, pikiranku melayang, jiwaku gundah sehingga aku merasa hampa untuk melakukan sesuatu apapun. Aku tidak tahu apa dan bagaimana aku ini, dulu dan sekarang telah mengubah semua hidupku, penyesalan menjadi sebuah permainan hidup, tertekan akan beban menjadi sebuah suratan takdir dan keputusasaan menjadi sebuah bahan tertawaan. Cita dan cinta telah tidak saling menyatu lagi, semangat hanya menjadi sebuah permusuhan hidup. Ketidakadilan telah menjadi tradisi. Semua, telah berubah dan sebagai kata-kata penghibur adalah : “Jangan terlalu berharap!”. Read More
VN:F [1.9.0_1079]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.0_1079]
Begitu lama aku mengulur waktu hanya untuk menanti jawabmu bagaimana dan apa yang harus kulakukan tergantung dari jawabmu saat ini. Aku begitu menghargaimu sebagai yang mengerti aku dan tahu siapa aku yang aku sendiri tidak tahu. Tetapi seakan dimakan waktu kau pergi dan datang dengan membawa perubahan yang tidak kuharapkan. Sobat kecilku yang manis dan tidak dihargai _ kita berbeda _ dan salam
terakhir menjadi sebuah tanda tanya _ kapan sebenarnya kita berpisah? Read More
VN:F [1.9.0_1079]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.0_1079]
Jarak telapak tanganku denganmu hanya setipis kertas tetapi setipis kertas itu malah menjadi tembok berlin bagi kita berdua.
***
Mungkin itulah yang sering terjadi dalam diriku sebagai sesuatu anugerah dan aku mensyukurinya. Seperti yang kuungkapkan barusan, aku hanyalah topeng bandit yang berangan untuk membuka semua topengku yang tanpa sadar akan menjadi aib bagiku. Read More
VN:F [1.9.0_1079]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.0_1079]