<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.:: Kohaci Site ::. &#187; Sastra</title>
	<atom:link href="http://kohaci.com/topik/sastra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kohaci.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Jul 2011 12:06:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Dicintai tanpa modal</title>
		<link>http://kohaci.com/2009/06/08/dicintai-tanpa-modal.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2009/06/08/dicintai-tanpa-modal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 02:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Mendapatkan cintamu, bukanlah suatu kebanggaan bagiku. Bagai banjir uang menghantam tempat tinggalku __ hancur dan semuanya bisa dibangun lagi dan hanya bermalas-malasan dengan mengoceh seaktif-aktifnya sebagai penanda bahwa AKU ADA, sehingga bangunan yang sebelumnya telah hancur terbangun dengan lebih bagus dari sebelumnya. Mendapatkan kasihmu, bukanlah suatu yang harus digembar-gemborkan ke khayalak ramai. Berlabuh ke warung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mendapatkan cintamu, bukanlah suatu kebanggaan bagiku. Bagai banjir uang menghantam tempat tinggalku __ hancur dan semuanya bisa dibangun lagi dan hanya bermalas-malasan dengan mengoceh seaktif-aktifnya sebagai penanda bahwa AKU ADA, sehingga bangunan yang sebelumnya telah hancur terbangun dengan lebih bagus dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapatkan kasihmu, bukanlah suatu yang harus digembar-gemborkan ke khayalak ramai. Berlabuh ke warung kopi satu ke warung kopi yang lain, dan berkhotbah pada orang-orang di sana bahwa aku begini, aku begitu, aku bla.. bla&#8230; . Dan diakhiri dengan kata penutup :  JADILAH AKU!</p>
<p style="text-align: justify;">Menggenggam hatimu, bukanlah suatu bentuk perjuangan bagiku. Aku belum berniat melepasmu, tapi kamu tidak pernah mau lepas dariku. Menggenggam erat tanganku, erat dan saking eratnya tanganku kram. Dan berkali-kali kau yakinkan bahwa AKU PAHLAWANmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikmati indah tubuhmu, bukanlah fantasi surga yang kuimpikan. Kau yang memulai dan aku tidak berbuat apa-apa, tidak sama sekali. Aku ingin lebih, menikmati tanpa termakan nafsu manusiaku. Karena AKU LELAKI.<span id="more-190"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berjalan berdua denganmu, bukanlah hal yang pantas dipamerkan. Membuat manusia-manusia iri karena aku berjalan denganmu. Tidak ada yang kubanggakan darimu atau &#8220;dari-dari&#8221;mu yang lain. Aku hanya BANGGA pada diriku sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Diidolakan olehmu, membuatku bertanya-tanya : <em>Sejak kapan aku ikut Indonesia Idol?</em> Tidak ada wartawan yang meliput kemesraan kita berdua, tidak ada kaum-kaum perumpi yang menggosipi kita. Aku tidak pantas dibanggakan ataupun diidolakan oleh siapa saja, KECUALI AKU!</p>
<p style="text-align: justify;">Cintamu padaku, membuat aku berusaha lebih keras untuk mencintaimu. Cukup usaha, sebagai penanda bahwa AKU BISA!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2009/06/08/dicintai-tanpa-modal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Hati</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/06/20/kunci-hati.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/06/20/kunci-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 13:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Telah lama, telah beberapa tahun, kukunci hati ini dan tak pernah terbuka, dan gagang pintuku tak pernah berkarat ataupun mengalami korosi sekalipun. Karena ia bukan terbuat dari besi, tapi terbuat dari gumpalan darah yang merekah tidak sempurna dalam tulang rusukku. Ia akan sempurna saat tulang-tulang rusukku telah lengkap berada dan menyatu. Kesempurnaan itu ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Telah lama, telah beberapa tahun, kukunci hati ini dan tak pernah terbuka, dan gagang pintuku tak pernah berkarat ataupun mengalami korosi sekalipun. Karena ia bukan terbuat dari besi, tapi terbuat dari gumpalan darah yang merekah tidak sempurna dalam tulang rusukku. Ia akan sempurna saat tulang-tulang rusukku telah lengkap berada dan menyatu. Kesempurnaan itu ada di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tahu kemana harus kumenyempurnakannya, tapi kuharus menunggu, menunggu selama lebih satu dekade.<span id="more-29"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang sepuluh tahun itu telah lewat, saatnya aku menagih penantianku.</p>
<p style="text-align: justify;">Telah kubuang semua jadwal, kucampakaan semua kesibukan, kuacuhkan semua candu, hanya ingin merangkai acara agar pintu ini bisa terbuka sempurna. Sebenarnya tidak perlu adanya pesta atau semacam seremonial lainnya, cukup menagih, hanya itu! Tapi aku ingin menjadikan ini suatu yang sempurna karena temanya sendiri adalah “Kesempurnaan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bukanlah lintah darat yang menagih saat para petani sedang mengalami masa paceklik, dan aku bukan tsunami saat orang-orang menikmati indahnya laut. Aku hanya menagih apa yang mereka sebut dengan “Kebahagiaan” .</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tahu dan sangat mengerti, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi setidaknya, berharap bisa menjadi hiburan dalam penantianku.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya hari, jam, dan menit itu tiba. Aku tidak gugup karena aku tahu apa yang akan terjadi. Untuk apa menerka kalau sudah tahu jawabannya. Aku hanya perlu mengadakan sebuah acara yang termewah, terhangat, dan termeriah. Acara yang tidak pernah anda lihat selama ini. Acara yang hanya berlangsung beberapa detik tapi akan menjadi abadi dalam sebuah “monumen kesempurnaan” .</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Hai, pintu ini tak pernah dibuka olehku atau siapapun. Dengan rasa hormat yang tinggi, bukalah pintu ini dengan kunci yang kuberikan ini.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Wow.. begitu agungnya perkataanku. Hanya berbanding tipis dengan buku Ayat-ayat Cinta yang pernah kubaca, menang telak dengan cerpen-cerpen Arswendo Atmowiloto yang tidak pernah basa-basi mengungkapkan sesuatu. Hanya saja ini bukanlah kisah Samsul Basri dan Siti Nurbaya yang diungkapkan Marah Rusli, apalagi kisah Haji Soleh dan kakek penjaga surau seperti yang digambarkan AA Navis. Bukan itu!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Ini kisah nyata __ <em>true story</em> __ mereka bilang. Setidaknya itulah yang ada dalam benakku saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hei, kok ga ngomong juga, sepertinya udah lama aku membungkuk badan padamu. Dan rasa pegal perlahan-lahan mengalir, capek nih&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi agar tetap khusyuk, aku tetap membungkuk. Inilah bentuk hormatku padamu, walaupun sebenarnya itu adalah hakku untuk mendapatkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmm&#8230; * <em>berpikir dewasa</em> *, aku tahu ini berat bagi kaum sejenismu. Dan aku rela menunggu. Mau 10 detik, 10 menit, ataupun 10 jam, asalkan bukan 10 tahun atau seperti kata-kata pejabat yang selalu bikin kesal dengan kata-kata “<em>sampai batas waktu yang tidak ditentukan!!!</em>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini lahir dan batinku telah mantap. Jadi jangan ragu lagi. Aku tidak mau berjalan di persimpangan keraguan. Aku ingin berjalan di jalan tol dengan kecepatan melebihi 120 km/jam, dan tidak akan pernah berputar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu apalagi, bicaralah. Bicaralah seperti saat kita masih satu dekade yang lalu. Tanpa ragu dan tanpa beban, lihat mata dan dengar dari telinga. Suka dan duka berhubungan secara paralel, tapi tidak akan ada salahnya bila dirangkai seri, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini kita tidak akan pernah berpisah lagi hanya untuk membuktikan sebuah kesetiaan, sebab hal tersebut telah kulakukan. Buka pintu ini, dan kau akan melihat tidak ada tulang rusuk lain selain punyaku. Aku lelaki yang berharga diri tinggi. Kepercayaan adalah salah satu prinsip yang tertanam dalam diriku. Dan aku telah berjuang sangat keras untuk mendapatkan prinisip tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hai&#8230; hai &#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan-lahan, dia berkata :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dulu aku selalu berjalan di sampingmu. Tidak bisa berjalan sendiri. Tapi saat ini, aku berjalan dengan semua yang ada pada tubuhku&#8230; sendiri. Bagi wanita, berjalan sendiri itu berat, tapi aku mampu memikulnya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Meskipun begitu, aku berharap dapat berjalan lagi padamu &#8230; di masa depan&#8230; “</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Telah satu bulan berlalu, namun pintu itu masih tertutup. Kuncinya telah kukremasi, yang ada hanya arangnya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak perlu kunci lagi, untuk membuka pintu hati ini, aku hanya perlu mendobraknya!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Catatan :</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini cerpen ditulis akhir tahun kemarin setelah lebaran , kalo ga salah &#8230; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Inspirasi ? <span style="text-decoration: line-through;">Karena ditolak-tolak terus</span> &#8230; Ilham sekejap aja &#8230; , ngebayangin waktu di kampung mo ngapain gitu, ada sesuatu yang <em>menunggu</em> atau <em>ditunggu</em> gitu dan alah ngaco &#8230; Yang intinya hanya <em>ilham</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah dipublish sebelumnya di <a href="http://ceritafreddy.blogspot.com/">blogspot</a>.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/06/20/kunci-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Berjalan Pagi Sekali</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/06/20/aku-berjalan-pagi-sekali.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/06/20/aku-berjalan-pagi-sekali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 13:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Aku berjalan pagi sekali, terlalu pagi hingga bila ditanya apa yang kulakukan pada saat itu maka akan kujawab: “Tidak ada!”. Hatiku resah, pikiranku melayang, jiwaku gundah sehingga aku merasa hampa untuk melakukan sesuatu apapun. Aku tidak tahu apa dan bagaimana aku ini, dulu dan sekarang telah mengubah semua hidupku, penyesalan menjadi sebuah permainan hidup, tertekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku berjalan pagi sekali, terlalu pagi hingga bila ditanya apa yang kulakukan pada saat itu maka akan kujawab: “Tidak ada!”.</p>
<p style="text-align: justify;">Hatiku resah, pikiranku melayang, jiwaku gundah sehingga aku merasa hampa untuk melakukan sesuatu apapun. Aku tidak tahu apa dan bagaimana aku ini, dulu dan sekarang telah mengubah semua hidupku, penyesalan menjadi sebuah permainan hidup, tertekan akan beban menjadi sebuah suratan takdir dan keputusasaan menjadi sebuah bahan tertawaan. Cita dan cinta telah tidak saling menyatu lagi, semangat hanya menjadi sebuah permusuhan hidup. Ketidakadilan telah menjadi tradisi. Semua, telah berubah dan sebagai kata-kata penghibur adalah : “Jangan terlalu berharap!”.<span id="more-28"></span></p>
<p style="text-align: center;">* * *</p>
<p style="text-align: justify;">2002 telah berlalu dan 2003 datang sebagai penggantinya. Penyesalan sebagai yang hidup tidak kurasakan walaupun sering kuucapkan. Untuk 2003 dengarkanlah sebagai tanda aku tidak perlu lebih baik dari sekarang ataupun dulu, aku hanya perlu menjadi diriku sendiri. <em>Hidup memaki jerit mengaih, kayuhkan letih tanamkan perih, benih pekik semakin pedih, harapan memanggil : Jangan sedih!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak perlu tahu mengapa aku begini, yang penting aku merasa bangga akan kesendirianku yang menjadikan <em>khayalan adalah teman, dingin menusuk batin kepedihan, tangan tetap dua, jumlah jari tetap lima, menitik itulah adanya</em>. Dan aku tidak ragu untuk itu yang walaupun tugasku hanya santai-santai saja yang menjadikan <em>impian adalah tidur, bagai ayam tak teteskan telur, kaki masih menginjak bumi, tapi semangat tidak berapi</em>, yang terlintas hanya satu : <em>Tunggu apa lagi: Mati!!</em></p>
<p style="text-align: justify;">“Mati”, itulah yang ditakutkan oleh kalangan manusia maupun makhluk lainnya sebagai musuh besar yang pasti akan datang dan sebagai penutup dari musuh-musuh sebelumnya, yaitu <em>ketakutan, minder, dan kekuasaan</em>. Dan semua itu hanya dapat dilawan dengan <em>keberanian, percaya diri, dan keikhlasan</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Berani bukan berarti nekad, percaya diri bukan berarti agresif, dan ikhlas bukan berarti riya</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Layaknya seorang pemuda yang masih labil, aku masih tetap satu tujuan dengan mereka yang seangkatanku. Yang sama denganku adalah: <em>aku adalah seorang yang sedang mencari jati diri, kubercermin di sekitarku, yang mana yang pas, tapi itu semua tidak berarti bagiku karena aku adalah aku</em>!</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu aku menganggap <em>aku adalah lama dan sekarang, yang membuatku terjerumus ke dalam kesesatan, akan kuhina sehina mungkin setan yang maniak agama selain agamaku!!! Dan akhirnya aku ketahui itu keliru!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dari sini aku tahu sedikit tentang <em><strong>kepribadian</strong></em>, yaitu <em>diri sendiri yang tidak bisa dinilai oleh orang lain dan bukan untuk menjadi orang lain</em>.</p>
<p style="text-align: center;">* * *</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Catatan :</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dirilis sekitar awal-awal tahun 2003. Setahun setelah Brasil menekuk Jerman 2-0 di ajang Piala Dunia, dan Ronaldo mengkhianati Inter Milan .. <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Inspirasi dari perilaku teman gw waktu SMP , Ari, yang suka nongol di lapangan tengah kota <em>pukul empat pagi.</em> Hayoo, ngapain coba <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini merupakan kumpulan dari puisi-puisi karya gw &#8230; ciileh .. Untuk lebih jelas, silakan perhatikan kata-kata atau kalimat-kalimat bergaris miring (ga semuanya ya &#8230;). Nih gara-gara film AADC sich &#8230; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   *<em> pecahkan saja piringnya .. </em>* Lho ?</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi lain : kumpulan puisi Chaerul Anwar dan cerita <em>Robohnya Surau Kami</em> oleh AA Navis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah juga di<em>publish</em> di blog gw yang lain di <a href="http://www.nagasakti.or.id/roller/freddy/">nagasakti</a> dan <a href="http://ceritafreddy.blogspot.com">blogspot</a>.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/06/20/aku-berjalan-pagi-sekali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sahabat</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/06/18/kisah-sahabat.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/06/18/kisah-sahabat.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 07:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Begitu lama aku mengulur waktu hanya untuk menanti jawabmu bagaimana dan apa yang harus kulakukan tergantung dari jawabmu saat ini. Aku begitu menghargaimu sebagai yang mengerti aku dan tahu siapa aku yang aku sendiri tidak tahu. Tetapi seakan dimakan waktu kau pergi dan datang dengan membawa perubahan yang tidak kuharapkan. Sobat kecilku yang manis dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Begitu lama aku mengulur waktu hanya untuk menanti jawabmu bagaimana dan apa yang harus kulakukan tergantung dari jawabmu saat ini. Aku begitu menghargaimu sebagai yang mengerti aku dan tahu siapa aku yang aku sendiri tidak tahu. Tetapi seakan dimakan waktu kau pergi dan datang dengan membawa perubahan yang tidak kuharapkan. Sobat kecilku yang manis dan tidak dihargai _ kita berbeda _ dan salam<br />
terakhir menjadi sebuah tanda tanya _ <em>kapan sebenarnya kita berpisah?</em><span id="more-27"></span></p>
<p style="text-align: center">* * *</p>
<p style="text-align: justify">Tentang sahabat mengingatkan kita akan sebuah kebersamaan dan tentang kehidupan yang nyata tentang arti suka dan duka yang selama ini kita hadapi. Suka mengingatkan kita tentang berbagi kebahagiaan yang kita lalui bersama dan duka mengingatkan kita tentang berbagi derota yang kita hadapi, itulah sahabat _ suka dan duka sama-sama dirasakan. Tidak ada yang kecuali dalam perjalan mengarungi persahabatan.</p>
<p style="text-align: justify">Mantan narapidana yang karena tulisannya di sebuah media cetak membuat berang pemerintah zaman orde baru saat itu, Arswendo Atmowiloto mengungkapkan kisah persahabatannya dengan narapidana di penjara ia bermukim. Ia mengatakan bahwa <em>pasti persahabatn datang dari dua pihak</em> dan <em>persamaan nasib adalah akar<br />
pesahabatan sejati</em> yang tanpa kita sadari secara bersama bahwa <em>hubungan persahabatan lebih sering tak terucapkan</em>. Dan dari persahabatan kita merasa senang dengan pernyataan-pernyataan menggoda yaitu : <em>jangan percaya ketenangan</em>, <em>jangan percaya keributan</em>. Sehingga membuat kita bertanya-tanya <em>adakah suara sunyi?</em></p>
<p style="text-align: justify">Sahabat menjadi tempat curhat terbaik bagi kita untuk meluapkan segala rasa senang, kesal, khawatir, takut, dan lain sebagainya yang pastinya jarang kita temukan dalam lingkungan keluarga. Dan sahabat menjadi indah dengan keterbukaan di antara kita dan sahabat.</p>
<p style="text-align: justify">Sahabat tentu saja berbeda dengan teman. Teman adalah teman sedangkan sahabat adalah teman terbaik. Itulah alasannya mengapa Rasulallah SAW selalu memanggil para pengikut setianya dengan sebutan sahabat, bukan teman.</p>
<p style="text-align: justify">Setiap manusia pasti memiliki teman tetapi belum tentu memiliki sahabat. Mungkin teramat susah mencari apa hakikat sahabat itu dan bagaimana cara mendapatkannya. Pengertian sahabat begitu banyak versinya, tetapi yang jelas sahabat adalah orang yang terbaik dalam yang pernah kita kenal hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify">Mungkin telah menjadi tradisi mau dekat apabila maunya, mau tolong tapi dengan syarat ini itu, dan apabila telah didapatkan apa yang diinginkan maka <em>lepas dan lupakan!</em> Dan hal ini telah wajar terjadi.</p>
<p style="text-align: justify">Tapi yang pasti <em>dalam persahabatan tidak pernah ada kata berpisah!</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify"><em><strong>Catatan :</strong></em></p>
<p style="text-align: justify">Tulisan ini ditulis sekitar tahun 2003 atau 2004 atau malah 2002? sekitar gitulah, lupa ;p</p>
<p style="text-align: justify">Inspirasi tulisan dari cerita kakak gw yang menjelaskan konsep persahabatan berdasarkan ilmu psikologi. Kira-kira gini :<br />
&#8220;<em>Efek samping dari hubungan persahabatan yang angotanya banyak adalah apabila kita lemah maka kepribadian akan susah dibentuk! Karena memang susah menentukan prinsip pribadi, karena apabila anggota persahabatannya lebih dari dua orang maka akan ada tiga atau lebih pribadi yang berbeda. Dan akibatnya apabila kita telah jauh dari hubungan persahabatan kita akan merasa keterasingan terhadap diri pribadi sendiri karena tidak memahami siapa sebenarnya diri ini yang sesungguhnya, karena yang tahu telah jauh. Dan tentu saja ini berakibat fatal bagi arah spekulasi kita ke masa depan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify"><em>Sedangkan bila kita hanya mempunyai satu sahabat maka kepribadian akan bisa dibentuk walaupun harus melalui proses. Dan bedanya ini terjadi karena berdua lebih mudah mengontrol dan mengetahui sikap watak masing-masing sehingga sikap pengoreksian diri di antara mereka lebih lancer dan gampang.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify">Referensi lain dari cerita komik &#8220;serial cantik&#8221; dan buku karangan Arswendo Atmowiloto (lupa judulnya apa).</p>
<p style="text-align: justify">Pernah di posting sebelumnya di <a href="http://www.nagasakti.or.id/roller/freddy/">nagasakti</a> dan <a href="http://ceritafreddy.blogspot.com/">blogspot</a>. * <em>kalo ga salah ;p</em> * <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/06/18/kisah-sahabat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Wanita</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/06/17/kisah-wanita.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/06/17/kisah-wanita.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 06:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Jarak telapak tanganku denganmu hanya setipis kertas tetapi setipis kertas itu malah menjadi tembok berlin bagi kita berdua. *** Mungkin itulah yang sering terjadi dalam diriku sebagai sesuatu anugerah dan aku mensyukurinya. Seperti yang kuungkapkan barusan, aku hanyalah topeng bandit yang berangan untuk membuka semua topengku yang tanpa sadar akan menjadi aib bagiku. Kalau dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Jarak telapak tanganku denganmu hanya setipis kertas tetapi setipis kertas itu malah menjadi tembok berlin bagi kita berdua.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin itulah yang sering terjadi dalam diriku sebagai sesuatu anugerah dan aku mensyukurinya. Seperti yang kuungkapkan barusan, aku hanyalah topeng bandit yang berangan untuk membuka semua topengku yang tanpa sadar akan menjadi aib bagiku.<span id="more-25"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dikatakan sudah berapa banyak aku dibayangi oleh perasaan akan cinta terhadap wanita, mungkin jawabannya tidak terhingga. Mulai dari A – Z pernah bermakam di hatiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku lebih suka memendam rasa cintaku dalam hati sebagai “<em>beban abstrak</em>” daripada aku lepaskan dari hati ke hati yang malah akan menjadi “<em>beban konkrit</em>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah menjadi tradisi untuk harapkan dan cepat lepaskan. Aku tidak suka keterikatan. Aku menganggap rasa cinta itu hanya sebagai penyemangat untuk pergi ke sekolah, itu saja kok! Nggak Lebih!</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu pujangga besar asal Inggris William Shakespeare mengatakan bahwa : “<em>Love looks not with the eyes but with the mind</em>”. Apa betul? Bagi orang yang selalu menggunakan perasaannya untuk memilih sesuatu tindakan maka pernyataan itu akan ia jawab sekeras-kerasnya dengan betul dan tiada salah. Tetapi bagiku cinta terhadap seseorang wanita adalah setumpuk kesengsaraan yang mengakibatkan kita terhanyut dalam perasaan. Dari 100 manusia maka akan ada 100 cinta yang berbeda-beda yang mana memiliki isi yang berbeda-beda tetapi satu tekad akan cinta yaitu kebahagiaan. Tetapi hidup dalam itu semua akan membuat penderitaan karena semakin kuat prinsipnya untk menahan hakikat cinta semakin banyak aturan nilai dan norma yang ia langgar sehingga mengakibatkan keterasingan ia dalam hidup, dalam arti lain membuat dirinya secara tidak resmi dikarantinakan sehingga terjauh dari kehidupan yang sebenarnya harus ia hadapi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu itu pakailah dengan akal dan pikiran kita dan berpikirlah jauh ke depan demi semua dan terutama diri kita agar tidak rugi kelak. Jangan hanya karena ingin mempertahankan kecintaan kita pada seorang wanita kita menjadi egois dan mencampuradukkan semua masalah kehidupan kita dengan cinta kita, bodoh!</p>
<p style="text-align: justify;">Kahlil Gibran pernah mengatakan bahwa <em>cinta itu ada 4 jenis :<br />
</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em> Cinta tanpa nafsu, itulah cinta malaikat</em></li>
<li><em> Nafsu tanpa cinta, itulah cinta binatang</em></li>
<li><em> Cinta karena kebiasaan, itulah nafsu</em></li>
<li><em> Cinta abadi, itulah yang didambakan setiap insane.</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan ditambahkan lagi dengan :<em> Berada dalam jenis cinta yang manakah kita? Moga-moga saja cinta yang kita ukir dalam kehidupan yang indah dan hanya sekali ini adalah cinta abadi yang didambakan setiapa insan _ itulah cinta puncak</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Romantis bukan? Itulah Kahlil Gibran pengagum cinta yang dalam kehidupannya sendiri penuh dalam kesendirian dan boleh dikatakan aneh apalagi bagi mereka yang awam tentang pujangga bermasalah ini. Kalau mengetahui betul riwayat hidupnya maka acungkanlah jempol ke bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak tahu mengapa tetapi bagiku aku tidak sependapat. Sebab cinta yang ia ungkapkan di sini adalah cinta di antara dua jenis umat manusia (antara ia dan Selma-nya). Sebagai manusia yang memiliki hati, <em>apakah mungkin di dalam satu hati memiliki dua cinta yang begitu teramat istimewa?</em> Salah satunya pasti menolak dan yang bertahan <em>hanya dan pantas satu</em>, yaitu <em>cinta kita kepada Allah Sang Khalik</em> dan itu telah menjadi cakupan semua kehidupan kita tentang hakikat cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Catatan :</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini ditulis sekitar tahun 2003 atau 2004, antara dua itulah, lupa .. ;p , yang jelas diketik pada komputer pertama gw saat masih SMA.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini telah ditelah di<em>publish</em> di beberapa blog gw sebelumnya, yaitu blog <a href="http://www.nagasakti.or.id/roller/freddy/">nagasakti</a> dan <a href="http://ceritafreddy.blogspot.com">blogspot</a>. * <em>kalo  ga salah</em> *</p>
<p style="text-align: justify;">Inspirasi pada tulisan ini adalah kesukaan gw (waktu SMP dan SMA) pada bacaan sastra lama Indonesia dan sastra Timur Tengah serta beberapa buku yang membahas tentang kaum sufi, dan tulisan ini adalah salah satu bentuk kritisi gw dari yang pernah gw baca, plus dikaitkan dengan pengalaman &#8230; pastinya <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Referensi lain adalah artikel dari <a href="http://www.eramuslim.com/">EraMuslim.Com</a>, diary kakak gw yang ga sengaja gw baca <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , komik Samurai-X terutama tentang kata-kata &#8216;<em>setipis kertas</em>&#8216; , dan lain-lain yang tidak gw sebutkan.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/06/17/kisah-wanita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

