<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.:: Kohaci Site ::. &#187; Social</title>
	<atom:link href="http://kohaci.com/topik/social/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kohaci.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 07:39:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pemimpin itu &#8230;</title>
		<link>http://kohaci.com/2009/05/17/pemimpin-itu.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2009/05/17/pemimpin-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 22:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[I come bearing an olive branch in one hand, and the freedom fighter&#8217;s gun in the other. Do not let the olive branch fall from my hand. (Yasser Arafat) Agama dan kekuasaan adalah sepasang anak kembar. Dimana agama adalah berharga, dan kekuasaan adalah penjaganya. Akal dan tuntunan syariat telah membuktikan bahwa manusia memang harus mengangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>I come bearing an olive branch in one hand, and the freedom fighter&#8217;s gun in the other. Do not let the olive branch fall from my hand.</em><strong> (Yasser Arafat)</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Agama dan kekuasaan adalah sepasang anak kembar. Dimana agama adalah berharga, dan kekuasaan adalah penjaganya. Akal dan tuntunan syariat telah membuktikan bahwa manusia memang harus mengangkat para penguasa untuk menghukum orang-orang yang zalim atas kezaliman yang mereka lakukan, melindungi orang-orang yang lemah dari kejahatan mereka yang lebih kuat, dan menghentikan kebusukan yang dilakukan oleh para penjahat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketahulah bahwa keadaan manusia selalu sepadan dengan budi pekerti para penguasa, karena Rasulullah s.a.w. pernah bersabda bahwa <em>ada dua hal dalam kehidupan manusia yang jika keduanya baik, maka baiklah semua manusia, dan jika keduanya rusak, maka rusaklah semua manusia, kedua hal itu adalah ulama dan para pemimpin.</em></p>
<p><span id="more-185"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang bijak yang berkata bahwa di dunia ada tiga macam raja : <em>raja yang taat, raja yang menjauhi hal-hal yang diharamkan, dan raja yang tunduk pada hawa nafsu.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang raja yang taat akan selalu memerintahkan para rakyatnya untuk tunduk kepada ajaran agama yang mereka anut. Raja yang seperti ini haruslah seseorang yang paling taat di antara manusia, karena dialah yang akan menjadi panutan bagi semua orang yang dipimpinnya. Raja seperti ini juga akan selalu memerintahkan rakyatnya untuk tunduk pada perintahnya sepanjang perintah itu sejalan dengan ajaran agama yang benar. Raja yang taat memiliki satu kekurangan, yaitu akan selalu membiarkan hal-ha yang seharusnya tidak boleh terjadi karena menganggapnya sebagai takdir Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun raja yang menjauhi hal-hal yang diharamkan, akan selalu melaksanakan semua ibadah dan amalan duniawi yang menjadi kewajibannya. Dia juga akan memerintahkan seluruh rakyatnya untuk selalu mengikuti syariat serta menjaga martabat kemanusiaan. Raja seperti ini akan menjadi raja yang mampu berperan sebagai pena dan pedang sekaligus, karena barangsiapa yang menyimpang dari apa yang telah digariskan olehnya akan langsung dia tebas. Dengan pedanglah raja seperti ini akan menegakkan pemerintahannya demi tegaknya nilai-nilai keadilan muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan raja yang tunduk kepada hawa nafsu adalah seorang raja yang tidak pernah memiliki perhatian terhadap hal lain selain usaha untuk memperturutkan nafsunya  semata. Dia tidak pernah takut kepada Zat Yang Menguasai dirinya. Dan dia hanya akan memerosokkan kerajaan yang dipimpinnya ke dalam jurang kehancuran di dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Para bijak bestari telah menyatakan bahwa seorang raja harus selalu sadar bahwa dirinya akan tetap membutuhkan rakyatnya, sebagaimana rakyat juga membutuhkan dirinya. Oleh sebab itu, seorang raja harus memahami perbedaan pendapat yang terjadi antara rakyatnya, sehingga ia dapat mempertemukan perbedaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber :</strong><br />
<em> Buku Hikayat 1001 Malam : Kisah Raja Umar Nu’man dan Kedua Putranya, Syarkan dan Dhau’ Makan.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2009/05/17/pemimpin-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Nomor Hoki Anda</title>
		<link>http://kohaci.com/2009/05/16/menghitung-nomor-hoki-anda.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2009/05/16/menghitung-nomor-hoki-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 07:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Waktu masih SD,     gw suka nonton salah acara di RCTI, kalau ga salah namanya SLI 001 (atau 008 ya??) yang disamping nyanyi-nyanyi dan promosi tapi juga menampilkan master mentalis Indonesia, Deddy Corbuzier. Ada satu sesi yang bagi gw anggap menarik, yaitu waktu ia mempraktekkan cara menghitung angka keberuntungan berdasarkan waktu kelahiran kita. Metode tersebut ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Waktu masih SD,     gw suka nonton salah acara di RCTI, kalau ga salah namanya SLI 001 (atau 008 ya??) yang disamping nyanyi-nyanyi dan promosi tapi juga menampilkan master mentalis Indonesia, Deddy Corbuzier. Ada satu sesi yang bagi gw anggap menarik, yaitu waktu ia mempraktekkan cara menghitung angka keberuntungan berdasarkan waktu kelahiran kita. Metode tersebut ia ceritakan berasal dari kaum gipsy, Rumania.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Beruntung&#8221;? Tergantung persepsi masing-masing ya .. <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Gini caranya :</p>
<p><img class="aligncenter" title="Lucky Triangle" src="http://lh3.ggpht.com/_IL56WrTPeME/Sg5pdyUdB1I/AAAAAAAACfY/Z9H0lkTWVlM/s800/no-keberuntungan.jpg" alt="" width="389" height="302" /></p>
<p> </p>
<blockquote><p>Dengan :</p>
<p><strong>D :</strong> tanggal</p>
<p><strong>M :</strong> bulan</p>
<p><strong>Y :</strong> tahun</p></blockquote>
<p>Kalau ditetapkan seperti variabel di atas ujung-ujungnya tetap aja sama, mau variabelnya diputar balik.. <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Btw, peramal kaum gipsy jago matematika ya <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekali lagi, &#8220;Beruntung&#8221;?? <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2009/05/16/menghitung-nomor-hoki-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok &amp; Rapat</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/07/08/rokok-rapat.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/07/08/rokok-rapat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 11:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini di tempat gw kerja, sering sekali mengadakan &#8220;rapat&#8221;. Mengapa gw tandain dengan tanda kutip (&#8221; &#8220;) ? Karena gw bingung mo mengatakan ini &#8220;rapat&#8221; atau hanya sekedar pertemuan biasa &#8230; Sebab peserta rapatnya sangat minimalis, umumnya gw ama bos, gw ama pihak manajemen, ato gw dan lain-lain . Tapi karena ada notulensi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini di tempat gw kerja, sering sekali mengadakan &#8220;rapat&#8221;. Mengapa gw tandain dengan tanda kutip (&#8221; &#8220;) ? Karena gw bingung mo mengatakan ini &#8220;rapat&#8221; atau <em>hanya</em> sekedar pertemuan biasa &#8230; Sebab peserta rapatnya sangat minimalis, umumnya gw ama bos, gw ama pihak manajemen, ato gw dan lain-lain <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Tapi karena ada notulensi dari hasil <em>pertemuan</em> tersebut dan agendanya jelas, maka dapat gw asumsiin bahwa saat itu gw benar-benar dalam keadaan <em>meeting</em> . CMIIW &#8230;<span id="more-35"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Inti dari tulisan kali ini bukan tentang rapat gw, yang ingin gw ceritaiin adalah suasana yang terjadi saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai dengan judul, mungkin pembaca yang budiman bisa menebak, suasana rapat penuh dengan kebulan asap. Bukan kebakaran! Bukan bakar kemenyan ! Ato bukan lagi bakar ayam ! Bukan ! Yang benar adalah asap tersebut berasal dari rokok!</p>
<p style="text-align: justify;">Ada macam-macam merek rokok beredar di sana, si A punya rokok merek DJ , si B punya rokok merek SP , dan si C ga punya rokok dan akhirnya menunggu tawaran dari rokok si A dan B . Yang akhirnya orang ganteng yang tidak merokok menerima asap rokok si A, B, dan C &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini susah untuk ditegur ataupun dihindari, disebabkan beberapa alasan :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ntar seperti ini kejadiannya. <a href="http://www.detikinet.com/read/2008/01/12/115559/878075/398/minta-ruangan-bebas-rokok-pekerja-ti-dipecat">Link ..</a></li>
<li>Kalaupun ada ruang khusus merokok, pasti rapatnya di ruang khusus tersebut, karena rata-rata mereka mendapakan ide saat merokok. Intinya sama aja ..</li>
<li>Mo pakai masker, ntar disangka maling &#8230; !</li>
<li>Kesimpulan : pasrah !</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/07/08/rokok-rapat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Le</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/07/08/pak-le.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/07/08/pak-le.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 11:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Di kantor tempat gw kerja, ada seorang pegawai yang udah agak tua yang biasa gw dan teman-teman panggil Pak Le. Gw lupa nama aslinya padahal baru kemarin dia sebutin ke gw. Dia biasanya bekerja dibidang jasa pengiriman produk-produk kantor, umumnya berupa majalah, poster, komik, dan lain-lain yang dibikin teman-teman multimedia dan desain grafis. Kerja di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di kantor tempat gw kerja, ada seorang pegawai yang udah agak tua yang biasa gw dan teman-teman panggil Pak Le. Gw lupa nama aslinya padahal baru kemarin dia sebutin ke gw.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia biasanya bekerja dibidang jasa pengiriman produk-produk kantor, umumnya berupa majalah, poster, komik, dan lain-lain yang dibikin teman-teman multimedia dan desain grafis.  Kerja  di sana sejak habis lebaran 2007 silam  , biasanya kerjanya di luar kantor jadi jarang ketemu di kantor, gw aja baru tahu kalo dia kerja di sana bulan lalu, saat ada reparasi salah satu ruangan di kantor.<span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Umum seperti orang tua lainnya, dia suka cerita tentang pengalaman-pengalamannya ke orang-orang, terutama pengalaman dia kerja yang selalu berpindah-pindah. Pernah kerja sebagai buruh bangunan, pegawai di toko listrik, <em>chef</em> di sebuah restoran, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Btw, alasan gw nulis tentang dia selain sebagai bentuk rasa hormat adalah kelihaian dia dalam memasak. Yup, seperti dijelaskan sebelumnya, dia pernah bekerja sebagai <em>chef</em> di (sebuah ato beberapa &#8230;???) restoran. Dia suka masak, tidak terkecuali juga jika dia ada di kantor.</p>
<p style="text-align: justify;">Macam-macam yang dia masak, seperti bakso, mie goreng bakso, dan lain-lain, yang menyebabkan gw sering nongol di kantor hanya untuk sekedar mencicipi masakannya Pak Le yang notebene gratis dan bisa tambah sepuasnya .. * maunya .. \(^0^)  *</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, inti dalam tulisan kali ini adalah status gw adalah mahasiswa yang selalu punya akal saat kantong paceklik! Makasih, Pak Le &#8230; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/07/08/pak-le.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode Pengajaran &#8220;Polos&#8221;</title>
		<link>http://kohaci.com/2008/05/11/metode-pengajaran-polos.html</link>
		<comments>http://kohaci.com/2008/05/11/metode-pengajaran-polos.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 05:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kohaci</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kohaci.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 4 bulan terakhir ini gw &#8220;coba-coba&#8221; bergelut ke dunia ajar-mengajar, ada dua tempat yaitu di kampus (jadi asprak __ asisten praktikum) dan lembaga (menjadi pengajar private). Materinya tentu aja bukan ngajar menari atau menyayi , ga jauh-jauhlah dari bidang IT. Ada beberapa alasan pengen ngajar, di antaranya : Coba-coba Berniat mencari &#8220;ehem-ehem&#8221; , sayangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir 4 bulan terakhir ini gw &#8220;coba-coba&#8221; bergelut ke dunia ajar-mengajar, ada dua tempat yaitu di kampus (jadi asprak __ asisten praktikum) dan lembaga (menjadi pengajar <em>private</em>). Materinya tentu aja bukan ngajar menari atau menyayi <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , ga jauh-jauhlah dari bidang IT.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa alasan pengen ngajar, di antaranya :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Coba-coba</li>
<li>Berniat mencari &#8220;ehem-ehem&#8221; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , sayangnya ga terpenuhi , sebab di kampus ngasprakin satu angkatan __ notabene bau kencurnya/<em>belang-belang</em>nya udah saling tahu <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  dan di lembaga ngajarin orang-orang tua yang rata-rata udah dia atas 30-an. Argghhh !!</li>
<li>Menerapkan prinsip <em>open source</em> , ciileh &#8230; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Dan &#8230; ($0$) , waktu itu belum ada panggilan lagi dari kantor (maklum status <em>based on project</em>) , <em>so</em> ni =$$= gw ceklak ..</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kesan ? Gambarannya seperti ini :<span id="more-7"></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Pertemuan pertama :</strong> <strong>berlatih ngomong di depan</strong>, jadi normal kalo ngomongnya masih gagap-gagap. &#8220;O.. ke .. ma&#8230; aaa&#8230; ri .. ki.. ta .. aaa&#8230; mu.. lai ..to.. aa.. pik &#8230; bla &#8230; bla &#8230; dan aaaa&#8230; &#8221; . Kebanyakan ngomong &#8220;aaa&#8230; &#8220;</li>
<li><strong>Pertemuan kedua :</strong> Ngomong udah lancar, cara penyampaian udah &#8220;dirasa bagus&#8221; , saat dengan bangga-bangganya ngomong di depan ada yang ga dengarin (ngobrol, mengkhayal, tidur, dan sekawannya) . Kesal ? Ya iyalah &#8230; Mari  kita lanjutkan latihan berikutnya : <strong>SABAR</strong> .</li>
<li><strong>Pertemuan ketiga :</strong> Kesabaran pasti ada batasnya. Kalo lo adalah tipikal muslim yang saat shalat jumat yang benar-benar dengerin khotbah jumat , pasti pernah mendengar ungkapin ini :<em> kesabaran seorang muslim itu tanpa batas</em> . Secara pribadi gw menganggap itu pernyataan yang naif. Koreksi : itu bukan hadist nabi ya .. , cuma pernyataan &#8220;ulama entah siapa itu&#8221; , sama halnya dengan <em>&#8220;Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China&#8221;</em> atau <em>&#8220;Cinta tanah air sebagian dari iman&#8221;</em> , banyak yang salah ngartiin bahwa itu hadist padahal hanya ucapan dari &#8220;seorang ulama yang entah siapa itu&#8221;. Oke, kembali ke topik , asumsiin aja kita mencoba menerapakan pernyataan <em>kesabaran tanpa batas</em>. Maka pelajaran berikutnya untuk  melatih  kesabaran yang hampir <em>step down</em> adalah <strong>CUEK !</strong></li>
<li><strong>Pertemuan keempat dan seterusnya :</strong> Tunjukkan <strong>rasa cinta kasih dan sayang</strong> pada yang sering bertanya , minimal <strong>SENYUM</strong> !</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Metode atau teknik yang gw pakai untuk ngajar adalah &#8220;<strong>Metode Polos</strong>&#8220;. Harfiahnya menjadi pengajar yang jujur. Saat ada yang bertanya dan anda tidak tahu , bilang aja kalau anda tidak tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Umum yang terjadi adalah pengajar akan menjawab dengan memberi penjelasan yang panjaaaang-pangjaaaang yang tujuannya adalah  untuk mengalihkan pertanyaan si penanya ke masalah yang lain, kesimpulannya tetap aja ga nyambung. Atau umum yang juga terjadi pengajar akan bilang &#8220;Ohh .. ada, tapi saya <em>lupa</em> bagaimana ya .. &#8221; . Masalahnya itu <strong>LUPA</strong> atau <strong>GAK TAHU</strong> ? Ataupun dengan jawaban nebak, yang intinya menyesatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Intinya dari metode polos adalah <em>kalo ga tahu</em>, <em>bilang ga tahu ! Jangan sok tahu !<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ihhh, malu donk ntar ? </em></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang dijelaskan sebelumnya, <em>tunjukkan <strong>rasa cinta kasih dan sayang</strong> pada yang sering bertanya , minimal <strong>SENYUM</strong> !</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tahu &#8230; senyum , ga tahu &#8230; senyum juga <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan dari metode polos, di antaranya :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Pembahasan materi ajar menjadi interaktif , sifatnya dua arah. Karena dengan ada pertanyaan yang <em>tidak bisa dijawab </em>maka pengajar dan peserta didik akan sama-sama mencari dan membahas pertanyaan tersebut secara bersama-sama.  Jadi  ga ada istilah pengajar  <em>mengetes</em> peserta didik. Karena dalam metode ini,  kedua-duanya sama-sama dites !</li>
<li>Statusnya bukan lagi peserta didik <em>harus menghormati</em> pengajar, tapi <em>sama-sama harus saling menghormati</em>. Hubungannya sudah tidak lagi seperti guru dan murid, tapi telah lebih dekat dari itu, seperti teman. Rasa segan, malu, atau apalah , minimal udah tidak ada lagi di metode ini.</li>
<li>Sebagai pengajar, anda tidak terbebani <em>harus mengetahui segalanya</em> . Status anda di sini lebih ke pemandu. Kreasi selanjutnya terserah peserta didik mau gimana.</li>
<li style="text-align: justify;">Rasa, cinta, kasih, dan sayang akan menghampiri anda .. alah .. (<em>still waiting</em> &#8230; <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Oke, pengalaman-pengalaman berikutnya menyusul &#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8212;- Intermezzo dikit&#8230; &#8212;-</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ngajar vs. Proyek</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini pembahasan yang cukup menarik dengan teman satu tim gw di kantor. Enakan mana , ngajar atau proyek? Kedua-keduanya sama-sama mempunyai nilai, manfaat, dan keuntungan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan mengajar :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Tidak berurusan dengan deadline.</li>
<li>Sifatnya waterfall, ga kenal konsep SDLC , XP, dan lain sebagainya..</li>
<li>Jam kerja jelas dan teratur.</li>
<li>Waktu senggang banyak.</li>
<li>Tidak harus pintar secara konsep materi, tapi pintar ngomong udah cukup menjadi modal.</li>
<li>Gaji teratur.</li>
<li>Kenalan semakin banyak.</li>
<li>Hubungan sosial menjadi makin solid.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan proyek :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Ilmu semakin bertambah. Proyek baru, masalah baru. Masalah baru, ilmu baru.</li>
<li>Semakin bersahabat dengan komputer. <img src='http://kohaci.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Suka tantangan ?</li>
<li>Melatih denyut jantung, dan memacu adrenalin. Kesimpulan : ada kemungkinan awet muda ! 50:50</li>
<li>* selanjutnya ngarang *</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">&#8212; <em>End Of Intermezzo dikit ..</em> &#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kohaci.com/2008/05/11/metode-pengajaran-polos.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

